Kekhawatiran Guru Penggerak

Kekhawatiran Guru Penggerak
Kekhawatiran Guru Penggerak

Kekhawatiran Guru Penggerak

Dalam dunia pendidikan, guru memiliki peran yang sangat penting sebagai agen perubahan. Mereka adalah pilar utama dalam proses pembelajaran dan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter serta pengetahuan siswa. Namun, di balik semangat dan dedikasi yang tinggi, terdapat berbagai kekhawatiran yang muncul, terutama bagi guru-guru yang terlibat dalam program “Guru Penggerak” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembahasan

Program “Guru Penggerak” adalah salah satu inisiatif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk membentuk guru-guru yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan mampu menjadi pemimpin pembelajaran di sekolahnya masing-masing. Namun, di balik program yang mulia ini, terdapat berbagai kekhawatiran yang dirasakan oleh para guru yang terlibat.

Kekhawatiran Guru Penggerak

  1. Ketidakpastian Jadwal: Banyak guru mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait dengan ketidakpastian jadwal kegiatan yang sering berubah-ubah. Hal ini tentunya membuat mereka kesulitan dalam mengatur waktu dan komitmen lainnya.
  2. Tupoksi Guru Terabaikan: Kekhawatiran lain yang muncul adalah adanya kemungkinan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai guru menjadi terabaikan karena keterlibatan dalam program ini.
  3. Kurangnya Persuratan Resmi: Beberapa guru merasa khawatir karena tidak adanya persuratan resmi ke satuan pendidikan terkait keikutsertaan mereka dalam program ini.
  4. Kontinuitas Program: Ada kekhawatiran bahwa program “Guru Penggerak” akan bernasib sama dengan program-program sebelumnya yang tidak berkelanjutan.

Harapan Guru Penggerak

Meskipun ada kekhawatiran, tentunya ada harapan yang ingin dicapai oleh para guru, di antaranya:

  1. Adanya SOP dan Juknis yang Jelas: Guru berharap agar ada standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (Juknis) yang jelas sebelum kegiatan dimulai.
  2. Pengakuan dan Dukungan Penuh: Harapan agar program ini mendapatkan pengakuan dan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan sekolah masing-masing.
  3. Kontinuitas Program: Harapan agar program ini dapat berkelanjutan dan tidak hanya menjadi program sementara.

Kesimpulan

Program “Guru Penggerak” memang memiliki tujuan yang mulia, namun tentunya perlu adanya dukungan dan kejelasan dari berbagai pihak agar program ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya.

Jawaban Dari Pertanyaan

Pertanyaan: Kekhawatiran guru penggerak?

Jawaban: Kekhawatiran utama yang dirasakan oleh guru-guru penggerak adalah ketidakpastian jadwal, potensi terabaikannya tugas pokok dan fungsi sebagai guru, kurangnya persuratan resmi, dan kekhawatiran mengenai kontinuitas program.

Penutup

Guru adalah pilar utama dalam dunia pendidikan. Dukungan penuh dari semua pihak sangat dibutuhkan agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.